Pembelajaran Mendalam
PEMBELAJARAN MENDALAM
Oleh:
Hendri Putra, S.Psi., M.Pd., Cht., MCH
Pembelajaran
Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan
suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan
menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara
holistik dan terpadu.
Olah
pikir Merupakan proses pendidikan yang berfokus pada pengasahan akal budi dan
kemampuan kognitif, seperti kemampuan untuk memahami, menganalisa, dan
memecahkan masalah.
Olah
hati Adalah proses pendidikan untuk mengasah kepekaan batin, membentuk budi
pekerti, serta menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual.
Olah
rasa Sebagai proses pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan kepekaan
estetika, empati, dan kemampuan menghargai keindahan serta hubungan
antarmanusia.
Olah
raga Merupakan bagian dari pendidikan yang bertujuan untuk menjaga dan
meningkatkan kesehatan fisik, kekuatan tubuh, serta membentuk karakter melalui
kegiatan jasmani.
Penerapan
Prinsip Pembelajaran Mendalam
- Memuliakan. Dalam penerapan PM semua pihak yang terlibat saling menghargai dan menghormati dengan mempertimbangkan potensi, martabat dan nilai-nilai kemanusiaan
- Berkesadaran. Pengalaman belajar peserta didik yang diperoleh ketika mereka memiliki kesadaran untuk menjadi pembelajar yang aktif dan mampu meregulasi diri. Peserta didik memahami tujuan pembelajaran, termotivasi secara intrinsik untuk belajar, serta aktif mengembangkan strategi belajar untuk mencapai tujuan.
- Bermakna. Peserta didik dapat merasakan manfaat dan relevansi dari hal-hal yang dipelajari untuk kehidupan. Peserta didik mampu mengkonstruksi pengetahuan baru berdasarkan pengetahuan lama dan menerapkan pengetahuannya dalam kehidupan nyata.
- Menggembirakan. Pembelajaran yang menggembirakan merupakan suasana belajar yang positif, menyenangkan, menantang, dan memotivasi. Peserta didik merasa dihargai atas keterlibatan dan kontribusinya pada proses pembelajaran. Peserta didik terhubung secara emosional, sehingga lebih mudah memahami, mengingat, dan menerapkan pengetahuan.
Delapan
Dimensi Profil Lulusan
- Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan YME. Individu yang memiliki keyakinan teguh akan keberadaan Tuhan YME dan menghayati serta mengamalkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
- Kewargaan. Individu yang memiliki rasa cinta tanah air serta menghargai keberagaman budaya, mentaati aturan dan norma sosial dalam kehidupan bermasyarakat, memiliki kepedulian dan tanggung jawab sosial, serta berkomitmen untuk menyelesaikan masalah nyata yang berkaitan dengan keberlanjutan kehidupan, lingkungan, dan harmoni antarbangsa dalam konteks kebhinekaan global.
- Penalaran Kritis Individu yang mampu berpikir secara logis, analitis, dan reflektif dalam memahami, mengevaluasi, serta memproses informasi untuk menyelesaikan masalah.
- Kreativitas Individu yang mampu berpikir secara inovatif, fleksibel, dan orisinal dalam mengolah ide atau informasi untuk menciptakan solusi yang unik dan bermanfaat.
- Kolaborasi Individu yang mampu bekerja sama secara efektif dengan orang lain secara gotong royong untuk mencapai tujuan bersama melalui pembagian peran dan tanggung jawab.
- Kemandirian Individu yang mampu bertanggung jawab atas proses dan hasil belajarnya sendiri dengan menunjukkan kemampuan untuk mengambil inisiatif, mengatasi hambatan, dan menyelesaikan tugas secara tepat tanpa bergantung pada orang lain.
- Kesehatan Individu yang memiliki fisik yang prima, bugar, sehat, dan mampu menjaga keseimbangan kesehatan mental dan fisik untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan batin (well-being).
- Komunikasi Individu yang memiliki kemampuan komunikasi intrapribadi untuk melakukan refleksi dan antarpribadi untuk menyampaikan ide, gagasan, dan informasi baik lisan maupun tulisan serta berinteraksi secara efektif dalam berbagai situasi.
